PEMBENTUKAN BUMI
(kutipan: ensiklopedia geografi dunia untuk pelajar dan umum)
Bumi merupakan bagian dari sistem tata surya. Dalam sistem ini terdapat delapan planet yang mengelilingi sebuah bintang yang disebut matahari. Bumi diperkirakan terbentuk sekitar 4,65 miliar tahun yang lalu.
Matahari merupakan objek terbesar yang berada di pusat sistem tata surya. Gaya gravitasi yang kuat dari matahari menopang sistem tata surya. Gaya gravitasi tersebut juga mengontrol pergerakan planet-planet. 8 planet dalam sistem tata surya adalah: merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus. Yang terdakat dengan matahari adalah merkurius. Bumi terbentuk di antara venus dan mars surya merupakan planet ketiga yang terdekat dengan matahari dan mengorbit dengan jarak rata-rata 149.000 juga kilometer. Sistem tata surya ini merupakan bagian dari Bimasakti, yaitu kumpulan sistem tata surya yang disebut galaksi.
Bimasakti hanyalah dalam saturnus dari 100 hingga 1000 miliar galaksi yang diperkirakan oleh para ilmuwan terdapat di alam semesta ini. Alam semesta yang meliputi objek yang berada di ruang angkasa, termasuk ruang angkasa itu sendiri, diperkirakan berumur antara 12 hingga 14 miliar tahun. Banyak teori telah dikemukakan untuk menjelaskan terjadinya alam semesta. Hingga kini teori yang paling dalam diperkirakan adalah teori ledakan besar ( big bang). Teori ini menyatakan bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan sebuah bintang raksasa di mana energinya memulai proses PEMBENTUKAN materi, waktu, dan ruang. Energinya besar yang dibangkitkan ditunjukkan dengan mengembangnya alam semesta. Bagian samapai sekarangpun alam semesta masih terus mengembang.
[#mengikuti teori ledakan besar (big bang), para ilmuwan percaya bahwa ledakan besar menghasilkan gaya yang sangat besar sehingga menyebabkan alam semesta mengembang.
#kira-kira 7 miliar tahun setelah terjadinya alam semesta, matahari terbentuk dari kabut gas dan debu yang disebut nebula. Sambil memadat, nebula berkembang dan bertambah panas. Bumi dibentuk dari setelah debris (serpihan ledakan) yang terbang dari energi yang dihasilkan oleh matahari. Sambil bertumbukan, materi-materi debris ini bergabung, membesar, dan membentuk bumi ].
penerang
Senin, 19 September 2016
Rabu, 14 September 2016
Belajar (Teori Belajar)
1.
Teori Belajar
a.
Teori Konektionisme
Dasar dari belajar itu adalah sosialisasi antara kesan
panca indera (sense impression dengan implus untuk bertindak (implus to
action). Dengan kata lain, belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulus
dan respon, antara aksi dan reaksi. Antara stimulus dan respon ini akan terjadi
suatu hubungan yang erat kalau sedang dilatih. Berkat latihan yang
terus-menerus, hubungan antara stimulus dan respon itu akan menjadi terbiasa,
otomatis. Beberapa prinsip atau hukum dari hubungan antara stimulus dan respon,
di antaranya:
-
Law effect. Hubungan stimulus dan respon akan
bertambah erat, kalua disertai dengan perasaan senang atau puas, dan sebaliknya
kurang erat atau bahkan bisa lenyap kalau disertai perasaan tidak senang.
-
Law of exercise atau law of use and disuse. Hubungan
stimulus dan respon akan bertambah erat kalau sering dipakai dan akan berkurang
bahkan lenyap jika jarang atau tidak pernah digunakan. Oleh karena itu perlu
banyak latihan, ulangan dan pembiasaan (Thorndike dalam Sardiman, 2005:33).
b.
Teori Conditioning
Seseorang itu
akan melakukan sesuatu kebiasaan karena adanya suatu tanda. Bentuk kelakuan ini
pernah dipelajari oleh pavlov dengan mengadakan percobaan pada anjing. Tiap kali
anjing itu diberi makan, lampu dinyalakan, karena melihat makanan, maka air
liurnya keluar. Begitu seterusnya hal itu dilakukan berkali-kali dan sering
diulangi sehingga pada suatu ketika lampu dinyalakan tanpa diberi makanan air
liurnya tetap keluar, hal ini telah menjadi suatu kebiasaan (Pavlov dalam
Sardiman, 2005:35).
(demikian catatan ringkas ini semoga bermanfaat bagi para pembaca yang ingin sekedar manambah referensi pengetahuan mengenai belajar, Terima kasih)
Langganan:
Postingan (Atom)