Rabu, 14 September 2016

Belajar (Teori Belajar)



1.       Teori Belajar
a.       Teori Konektionisme
Dasar dari belajar itu adalah sosialisasi antara kesan panca indera (sense impression dengan implus untuk bertindak (implus to action). Dengan kata lain, belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulus dan respon, antara aksi dan reaksi. Antara stimulus dan respon ini akan terjadi suatu hubungan yang erat kalau sedang dilatih. Berkat latihan yang terus-menerus, hubungan antara stimulus dan respon itu akan menjadi terbiasa, otomatis. Beberapa prinsip atau hukum dari hubungan antara stimulus dan respon, di antaranya:
-          Law effect. Hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat, kalua disertai dengan perasaan senang atau puas, dan sebaliknya kurang erat atau bahkan bisa lenyap kalau disertai perasaan tidak senang.
-          Law of exercise atau law of use and disuse. Hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat kalau sering dipakai dan akan berkurang bahkan lenyap jika jarang atau tidak pernah digunakan. Oleh karena itu perlu banyak latihan, ulangan dan pembiasaan (Thorndike dalam Sardiman, 2005:33).
b.      Teori Conditioning
Seseorang itu akan melakukan sesuatu kebiasaan karena adanya suatu tanda. Bentuk kelakuan ini pernah dipelajari oleh pavlov dengan mengadakan percobaan pada anjing. Tiap kali anjing itu diberi makan, lampu dinyalakan, karena melihat makanan, maka air liurnya keluar. Begitu seterusnya hal itu dilakukan berkali-kali dan sering diulangi sehingga pada suatu ketika lampu dinyalakan tanpa diberi makanan air liurnya tetap keluar, hal ini telah menjadi suatu kebiasaan (Pavlov dalam Sardiman, 2005:35).

 (demikian catatan ringkas ini semoga bermanfaat bagi para pembaca yang ingin sekedar manambah referensi pengetahuan mengenai belajar, Terima kasih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar