1.
Teori Belajar
a.
Teori Konektionisme
Dasar dari belajar itu adalah sosialisasi antara kesan
panca indera (sense impression dengan implus untuk bertindak (implus to
action). Dengan kata lain, belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulus
dan respon, antara aksi dan reaksi. Antara stimulus dan respon ini akan terjadi
suatu hubungan yang erat kalau sedang dilatih. Berkat latihan yang
terus-menerus, hubungan antara stimulus dan respon itu akan menjadi terbiasa,
otomatis. Beberapa prinsip atau hukum dari hubungan antara stimulus dan respon,
di antaranya:
-
Law effect. Hubungan stimulus dan respon akan
bertambah erat, kalua disertai dengan perasaan senang atau puas, dan sebaliknya
kurang erat atau bahkan bisa lenyap kalau disertai perasaan tidak senang.
-
Law of exercise atau law of use and disuse. Hubungan
stimulus dan respon akan bertambah erat kalau sering dipakai dan akan berkurang
bahkan lenyap jika jarang atau tidak pernah digunakan. Oleh karena itu perlu
banyak latihan, ulangan dan pembiasaan (Thorndike dalam Sardiman, 2005:33).
b.
Teori Conditioning
Seseorang itu
akan melakukan sesuatu kebiasaan karena adanya suatu tanda. Bentuk kelakuan ini
pernah dipelajari oleh pavlov dengan mengadakan percobaan pada anjing. Tiap kali
anjing itu diberi makan, lampu dinyalakan, karena melihat makanan, maka air
liurnya keluar. Begitu seterusnya hal itu dilakukan berkali-kali dan sering
diulangi sehingga pada suatu ketika lampu dinyalakan tanpa diberi makanan air
liurnya tetap keluar, hal ini telah menjadi suatu kebiasaan (Pavlov dalam
Sardiman, 2005:35).
(demikian catatan ringkas ini semoga bermanfaat bagi para pembaca yang ingin sekedar manambah referensi pengetahuan mengenai belajar, Terima kasih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar